Tuesday, December 6, 2011

Not with me


terima kasih atas apa yg telah kamu berikan..
ku baru menyadari bahwa aku hanyalah sebuah pajangan di hati kamu, setelah sekian lama
yaah.. lagi dan lagi
tp ternyata hal - hal seperti itulah yg membuatku kuat dalam menghadapi segala macam cobaan hidup
aku pun jadi semakin bisa membedakan mana yg benar - benar atau hanya sekedar sandiwara

terima kasih atas pelajaran yg telah kamu berikan..
pelajaran hidup yang ga akan pernah ku lupakan, walaupun pahit rasany
yaahh.. lagi dan lagi
tp ternyata rasa pahit itulah yang membuatku bisa merasakan rasa manis, lebih manis dr sebelumnya
aku pun jadi bisa membedakan apakah itu rasa itu pantas ku nikmati atau ku muntahkan saja

terima kasih atas segalanya..
seperti apa pun kamu, aku tetap menghargai waktu yg telah kita lalui bersama
walau hanya sesaat

*untukmu yg TIDAK (LAGI) BERSAMAKU


#tulisan tengah malam yg ga tw maksudny apa alias iseng
(23092011)

Saturday, December 3, 2011

andai setiap hari seperti hari Sabtu

Bahagia banget w kalau setiap hari itu seperti hari Sabtu..
bermain - main bareng anak - anak kecil (baca: anak SD) yang tanpa dosa,
orang bilang, katanya kalau qt sering salaman sama orang dosa kita berkurang
naah.. di setiap hari Sabtulah w selalu berharap seperti itu
anak - anak itu satu per satu menciumi tangan w setiap kali bertemu w
mereka menyambut w dengan senangnya,
menarik - narik tangan w untuk ikut ke kelas mereka
serasa seperti artis lah w kalau hari Sabtu..
hahaa.. PD banget w!!

kalau hari Sabtu itu w merasa free
bebas dari beban yang sudah ada di hari - hari sebelumnya
yang ada di fikiran w kalau hari Sabtu adalah bersenang - senang bareng adik - adik kecil w

huufft.. andai setiap hari itu seperti hari Sabtu!! :)

@sanggar

ketika

ketika waktu semakin terus berlalu 
ketika satu per satu dari kami gugur dalam tugas 
dan ketika itu pula hanya sedikit dari kami yang bertahan 
ketika itu pula kami berupaya untuk terus bertahan, 
bertahan demi kalian... 
demi janji yang telah kami ucapkan dihadapan kalian dahulu 

kami bertahan demi kalian.. yaa demi kalian 
tapi (sepertinya) kalian tidak ingin mempertahankan kami 

Ehm.. Sakit memang tapi 
kami masih terus berusaha memperbaiki kapal kami 
kapal yang sudah tidak lagi sempurna 
cacat di mana - mana 
tapi kami masih tetap ingin berlayar hingga waktu kami habis 

kalianlah yang seharusnya menguatkan kapal kami 
bukan malah pergi dan menghancurkan 
karena ketika kapal kami ini nanti sudah sampai di dermaga terakhir 
kami akan pergi, tp kami ingin pergi dengan kapal yang telah (kembali) sempurna 
dan memberikan kepada nakhoda dan awak kapal yang baru

satnite (26112011)

"Jemput kita di sini atau kita pulang sekarang?"
Itulah kata - kata yang ku dengar dari telp temanku malam itu. shock mendengarnya. akhirnya kami pun menjemput mereka di temoat yang mereka sebutkan sebelumnya.
Tapi apa yang kami dapat? hanya sebuah sikap yang menurut kami tidak seharusnya kami dapatkan. Kata maaf sudah diucapkan dan permintaan mereka pun sudah kami lakukan -menjemput-
Kesal
Kecewa
Gondok 
Pokokny semua rasa yang ga enak.
Tengah malam perempuan - perempuan ngendarain motor, cape ngantuk kami lawan hanya demi mereka "teman-teman kami".
tapi... huufftt!!
segala bujuk rayu sudah dilakukan. That's useless.
Mereka tetap tidak bergeming.
Pulanglah kami dengan rasa  yang semakin tidak menentu, tidak seharusnya kami diseperti itukan karena kata maaf dan permintaan mereka telah kami lakukan.
Jadi sekarang siapa yang salah?
Kami yang (tidak sengaja) meninggalkan mereka saat perjalanan dan sudah meminta maaf atau mereka?
Entahlah, semoga tidak terulang di kemudian hari nanti.